19 September 2014 – Seminar Nasional Plano 55 ITB. Bandung, 19 September 2014.
SEMINAR NASIONAL
“Peran dan Pendidikan PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA di Era Desentralisasi dan Demokrasi”
19 September 2014, PWK SAPPK ITB. Ruang Serba Guna (RSG) Gd. Labtek IX-A, Lt. 6. Jl.Ganesha 10 Bandung.

Peserta Seminar Nasional Plano 55 “Peran dan Pendidikan PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA di Era Desentralisasi dan Demokrasi” PWK ITB Bandung, 19 September 2014.
Peserta Seminar Nasional Plano 55 “Peran dan Pendidikan PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA di Era Desentralisasi dan Demokrasi” PWK ITB Bandung, 19 September 2014.
Diawali di Institut Teknologi Bandung pada tanggal 14 September 1959, pendidikan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) telah berkembang menjadi pendidikan bidang keilmuan yang memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan di Indonesia. Dalam prakteknya, kegiatan perencanaan dipengaruhi oleh aspek politik sehingga dalam era politik dan pemerintahan yang otoriter dan sentralistik paradigma Perencanaan Wilayah dan Kota juga berkembang dengan karakteristik yang sentralistik dan otoriter; mengedepankan mekanisme perencanaan secara terpusat dan hierarki dari tingkat Nasional ke tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta memungkinkan untuk mengambil hak individual atas pertimbangan untuk kepentingan umum.
Dalam sistem politik dan pemerintahan yang demokratis dan terdesentralisasi disertai pengakuan terhadap hak asasi manusia sesuai konstitusi hasil amandemen, kegiatan PWK tidak bisa lagi dilakukan dengan karakteristik dan paradigma lama. Oleh karena itu, berbagai terobosan yang
bersifat kreatif, inovatif, orisinil dan menyeluruh sangat diperlukan untuk merumuskan kembali peran perencanaan supaya sesuai dengan konstitusi hasil amandemen dan tetap relevan bagi kebutuhan pembangunan yang terencana. Momentum ulang tahun ke-55 Pendidikan PWK ITB merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan, mengevaluasi, mendiskusikan, dan merumuskan kembali arah pendidikan PWK di Indonesia.
Kegiatan Seminar Plano 55 ITB “Peran dan Pendidikan Perencanaan Wilayah dan Kota di Era Desentralisasi dan Demokratisasi” tanggal 19 September 2014 ini telah diikuti tidak kurang dari 79 peserta dengan menyajikan 2 pembicara kunci dan 24 presentasi paper dalam 5 track sesi paralel yang membahas antara lain materi: Penataan Ruang di Era Desentralisasi dan Demokrasi; Kebijakan Penataan Ruang di era Desentralisasi; PengembanganWilayah dan Infrastruktur di Era Desentralisasi dan Demokrasi; Pembangunan Inklusif pada Era Desentralisasi.
Dalam sesi sore dilaksanakan 2 sesi kegiatan yaitu penyampaian rangkuman serta tanggapan dari hasil FGD Plano 55 ITB yang dilakukan oleh masing-masing perwakilan dari PWK ITB Ibu Dr. Dewi Sawitri, Ketua ASPI Prof Bakti Setiawan, dan Ketua IAP Ir. Bernardus Djonoputro.
Adapun sesi kedua sore tanggal 19 September 2014 adalah penandatanganan MoU antara IAP dengan SAPPK ITB, Jurnal PWK ITB, dan Jurnal Tataloka UNDIP. Kegiatan MoU ini adalah merupakan bagian tindak lanjut kerjasama ASPI dan IAP. Harapannya kerjasama ini dapat semakin menguatkan hubungan dan meningkatkan kualitas dunia pendidikan dan profesi perencanaan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat diikuti oleh sekolah-sekolah perencanaan dan jurnal-jurnal anggota ASPI yang lain.
File-file hasil FGD ITB, tanggapan ASPI, tanggapan IAP, dan foto kegiatan dapat diakses pada tautan berikut: https://www.dropbox.com/sh/vd2gkenyw17lhgj/AABGOBsx3NRUSvN51cpeweU-a/ASPI/Workshop_2%2BPlano_55?dl=0
(admin ASPI)



