28 Juli 2022-Diskusi Akademik Nusantara Seri Jawa-Bali-Nusa Tenggara-Papua
Pada Kamis, 28 Juli 2022 telah diselenggarakan Diskusi Akademik – Series Sulawesi yang bertemakan “Kelembagaan-Metropolitan Komparasi Sumber Daya Manusia-Smart City-Komparasi Forest City”, dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Meeting pukul 13.00-16.00. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta.

Diksusi Akademik Nusantara ini menampilkan Pembicara Kunci:
- Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D (Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara)
- Prof. Dr.sc.agr Iwan Rudiarto, ST, MT (Ketua Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia)
- Ir. Andi Oetomo, M.PL – Kelembagaan (Prodi PWK Institut Teknologi Bandung)
- Suryono Herlambang, ST, MSc – Metropolitan Komparasi/SDM (Prodi PWK Universitas Tarumanagara)
- Dr. Rini Rachmawati, S.Si, MT – Smart City (Prodi PWK Universitas Gadjah Mada)
- Elisabeth V. Wambrauw, ST., MT., Ph.D – Komparasi Forest City (Prodi PWK Universitas Cendrawasih)
- Dr. Ir. Wicaksono Sarosa, MCP (Tim Penanggap BO IKN-ASPI)
- Dr. Ir. Umar Mansyur, MT – Moderator (Prodi PWK Universitas Pakuan.
Pematik diskusi yang disampaikan oleh Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D, yaitu
- Karakteristik nusantara yang green, inclusive, smart, resilience, sustainable
- Pentingnya partisipasi masyarakat dan swasta dalam pembangunan IKN (p: public, private, people partnership)
- IKN: investment, knowledge, dan network, dimana ASPI diharapkan dapat berperan dalam hal ini.

Ir. Andi Oetomo, M.PL – Institut Teknologi Bandung
Pada sesi kelembagaan, Ir. Andi Oetomo, M.PL – Institut Teknologi Bandung menyampaikan di masa mendatang ketika sudah operasional dengan sejumlah penduduk IKN yang berdomisili di wilayah IKN, maka sistem tata kelola yang lebih menjamin pemenuhan urusan wajib yang terkait dan tidak terkait kebutuhan dasar harus dipastikan dapat dilaksanakan dengan baik, di samping penciptaan urusan pilihan ekonomi wilayah yang lebih disesuaikan dengan basis ekonomi wilayah dan kota yang ada.

Suryono Herlambang, ST, MSc – Universitas Tarumanagara
Menurut Suryono Herlambang, ST, MSc, terdapat kunci terkait percepatan implementasi IKN 2024, yaitu (1) Apa daya tarik investasi pembangunan IKN?; (2) Bagaimana menyiapkan SDM untuk percepatan pembangunan IKN?. Dalam hal ini pembangunan IKN seharusnya juga mempertimbangkan kawasan sekitarnya (perlu ada kebersamaan dengan wilayah lain di sekitar IKN) dan bagaimana menarik investasi.

Dr. Rini Rachmawati, S.Si., MT – Universitas Gadjah Mada
Sesi selanjutnya yang diisi oleh Dr. Rini Rachmawati, S.Si., MT, terkait Smart city dalam mempersiapkan IKN harus mempertimbangkan: smart governance, living, environment, economy, society, dan branding. Elemen smart governance paling penting untuk IKN. Smart living, environment, dan branding juga perlu dipertimbangkan di awal.

Elisabeth V. Wambrauw, ST, MT, Ph.D – Universitas Cendrawasih
Elisabeth V. Wambrauw, ST, MT, Ph.D megemukakan bahwa Kuala Kencana merupakan salah atu contoh kota dengan konsep forest city yang bisa dijadikan alternative konsep di IKN.Kota ini menerapkan prinsip konservasi; pembangunan rendah karbon; pengelolaan sumber daya air yang holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan; pembangunan terkendali; pelibatan masyarakat.

Dokumentasi Forum Diskusi Akademik Nusantara – Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Papua



